Angel Oak Tree – Berita Terkini Nasional dan Internasional

Angel Oak Tree merupakan situs yang menyajikan beraneka ragam informasi pilihan bagi para penggunanya. Angel Oak Tree menyajikan berita politik, bisnis, ekonomi

Berita Kriminal

Dugaan Pelecehan Seksual Oknum Lurah di Pekayon Bekasi

Dugaan Pelecehan Seksual Oknum Lurah di Pekayon Bekasi – Polisi masih menyelidiki kebenaran dugaan pelecehan seksual oleh Kepala Desa Pekayon Jaya, Kota Bekasi Selatan, Bekasi, Jawa Barat, yang menjual warung makan tak jauh dari kantor desa. Usai memeriksa banyak saksi, kepala desa berinisial RJ itu langsung diinterogasi polisi.

Dugaan Pelecehan Seksual Oknum Lurah di Pekayon Bekasi

Sumber : bekasipedia.com

angeloaktree – Penyidik ​​Polres Metro Bekasi sudah menyusun agenda pemeriksaan RJ. RJ memastikan akan dilakukan pemeriksaan pekan depan.

“Sudah jelas minggu depan, minggu depan. Kami sudah mengaturnya. Wakil Kapolres Metro Bekasi AKBP Alfian Nurrizal mengatakan usai dikonfirmasi pada Sabtu (6/3/2021) sore bahwa tujuan akhir kami adalah meminta informasi, Khususnya Kepala Desa, ini wajib.

Alfian memastikan polisi mengusut kasus tersebut secara transparan. Namun perlu dipahami bahwa polisi membutuhkan bukti yang cukup untuk mengungkap ada tidaknya tindak pidana dalam kasus yang dilaporkan oleh pedagang kedai kopi tersebut.

Menurut Alfin, setiap situasi memiliki tingkat kesulitannya masing-masing. Intinya, polisi butuh bukti sebelum bisa menentukan apakah bisa dijadikan tersangka.

Berikut ini beerapa fakta Dugaan Pelecehan Seksual Oknum Lurah di Pekayon Bekasi yang dikutip dari bekasipedia:

1. Diperiksa Pekan Depan

Sumber : wartakota.tribunnews.com

“Saat menangani kasus, kita tidak bisa melihat bobot, bobot, dan case tidak bisa melihat seperti yang kita amati. Karena tingkat kesulitannya … Ya, dua bukti ini sudah kita selesaikan kan?

Korban melaporkan kasus tersebut pada Desember 2020. Dalam laporannya, korban mengaku mengalami pelecehan seksual saat mengantarkan minuman ke kamar RJ.

Polisi telah memeriksa banyak saksi untuk mengusut kasus tersebut. Selain suami korban, beberapa anggota staf Lurah RJ juga diinterogasi oleh polisi.

Alfian menjelaskan: “Enam orang (kepala desa) diinterogasi. Kepala desa tahu bahwa korban masuk (kepala desa) untuk mengantarkan minuman.”

Baca juga : Ide Bisnis Yang Bermula Dari Tren Fashion 2021

2. Hasil Olah TKP

Sumber : digtara.com

Polisi menyelidiki tempat kejadian perkara (TKP) yang diduga dilecehkan secara seksual oleh oknum kepala desa di Bekas terhadap seorang pedagang warung yang namanya diawali dengan nama berkas ER (24). Bagaimana hasilnya?

Wakapolres Metro Bekasi Kota AKBP Alfian Nurizal mengatakan, peristiwa TKP terjadi tak lama setelah polisi menerima laporan korban. Polisi memeriksa kamar walikota wilayah urban RJ, yang diduga sebagai tempat pelecehan seksual.

“TKP menunjukkan bahwa kaca di (kamar Lula) bisa dikatakan terang dan terbuka. Kami juga mengecek apakah pintunya tidak terkunci. Tidak dikunci dengan kunci dan tidak bisa (dikunci),” kata Alfian.

Selama proses TKP, enam kepala desa yang diwawancarai menyatakan bahwa mereka tidak mendengar teriakan korban saat itu. Polisi belum menemukan tanda-tanda korban dikurung di dalam kamar.

“Jadi tidak ada yang dibicarakan, artinya korban mengatakan tidak bisa keluar dan berteriak. Di antara enam orang itu, kami tanya apakah tidak ada teriakan? Mereka tidak menjawab. Kami tidak mendengar teriakan korban. Lalu, setelah kami Cek sama-sama, tidak ada yang dikunci, ”kata Alfian.

Meski demikian, Alfian memastikan TKP tidak akan berakhir setelah kasus tersebut diselidiki. Ia mengatakan, seseorang dari kepala desa (disingkat RJ, pihak pelapor) akan diperiksa pekan depan.

Kata Alfian: “Tentunya minggu depan, minggu depan. Kita punya agenda yang jelas. Tujuan akhir kita adalah meminta informasi, terutama kepala desa, yang memang perlu (perlu dicek).”

Sebagai rujukan, korban melaporkan dugaan pelecehan seksual terjadi pada 8 Desember 2020 di sebuah kantor jalan di Bekasi Selatan, Bekasi. Korban sedang mengantarkan teh manis ke ruang staf bangsal.

Korban mengatakan dalam laporannya bahwa dia dan pelaku bertemu di kantor kelurahan. Kemudian, pelaku mendekati korban, diikuti pelecehan seksual. Di saat yang sama, pelaku memesan teh manis dari korban.

Korban kembali ke barang dagangannya dan memberikan teh manis yang dipesan oleh si pembunuh. Setelah pesanan selesai, korban mengantarkan teh manis ke kamar pelaku.

Saat itu, ada beberapa petugas kantor jalanan di kantor pelaku. Namun begitu melihat korban masuk, petugas langsung meninggalkan ruangan. Di saat yang sama, hanya ada penjahat dan korban di dalam ruangan.

Korban menaruh teh manis di atas meja pelaku dan berpamitan meninggalkan kamar.

3. 7 Saksi Diperiksa

Sumber : digtara.com

Polisi juga memeriksa 7 saksi terkait kasus tersebut. Tujuh orang saksi adalah suami korban, dan enam lainnya adalah staf kepala desa.

H adalah seorang pekerja di kelurahan kota yang mengaku pernah bertemu dengan korban. Saat itu saksi H di kantor walikota hendak berangkat, sedangkan korban masuk ke ruang persalinan. Alfon berkata, “Saksi tidak mendengar teriakan (korban).”

Dia menjelaskan: “Semua orang melihat bahwa dia (korban) keluar (izin) dengan sangat baik.”

4. Versi Korban

Sumber : kumparan.com

Keterangan saksi berbeda dengan keterangan korban dalam laporan polisi. Korban melaporkan dugaan pelecehan seksual terjadi pada 8 Desember 2020 di sebuah kantor jalan di Bekasi Selatan, Bekasi. Korban sedang mengirim teh manis ke ruang staf bangsal.

RJ dan korban lewat. Kemudian RJ mendekati korban, dan kemudian terjadi pelecehan seksual. Bersamaan dengan itu, RJ memesan teh manis dari korban.

Korban kembali ke peralatannya dan membuatkan teh manis yang dipesan oleh RJ. Setelah pemesanan selesai, korban mengantarkan teh manis ke kamar RJ.

Saat itu ada beberapa pekerja kelurahan yang berada di kantor RJ. Namun begitu melihat korban masuk, petugas langsung meninggalkan ruangan. Di saat yang sama, hanya ada RJ dan korban di kamar tersebut.

Korban menaruh teh manis di atas meja RJ dan berpamitan meninggalkan ruangan.

5. Polisi Diminta Gerak Cepat

Sumber : news.detik.com

Komnas Perempuan juga memberikan orasi terkait kasus dugaan pelecehan seksual. Komnas Perempuan meminta polisi bertindak cepat untuk mengusut tuntas kasus tersebut.

Komisioner Komnas Perempuan Siti Aminah Tardi mengatakan baru-baru ini: “Kami menyesalkan tindak pidana pelecehan seksual yang dituduhkan oleh kepala desa, yang merupakan lembaga negara dan harus memberikan perlindungan kepada warga.”

Siti meminta Polres Metro Bekasi segera mengusut. Ia melanjutkan: “Mengingat jika keadilan korban terhalang maka akan memperburuk kondisi psikologis korban dan tidak aman.

Komnas Perempuan menyarankan agar penyidik ​​mempelajari masalah pelecehan secara komprehensif. Selain itu, status korban dianggap kelompok perempuan yang rentan dan bergantung pada usahanya.

Siti menambahkan: “Pada saat yang sama, kepala desa memiliki kekuasaan sebagai penanggung jawab kawasan, dan kekuasaannya harus digunakan untuk melindungi dan melindungi warganya, bukan untuk menggunakannya.

Baca juga : Pembunuhan di Kediri di Sebabkan Terlibat Prostitusi Online

6. Dilakukan Pembinaan

Sumber : bekasi.pojoksatu.id

Pemerintah Kota Bekasi memanggil RJ, yang diduga melakukan pelecehan seksual terhadap pedagang kedai kopi. Orang itu dipanggil untuk diinterogasi.

Pemerintah Kota Bekasi mengatakan kepada wartawan, Kamis (4/3/2021): “Sesuai nomor panggilan, Panitia Diklat Daerah Bekasi: 863/1631 / BKPPD.PKA sudah memanggil RJ untuk dimintai keterangan.”

Kepala sekolah membantah tuduhan pelecehan. Ia berjanji akan menjaga harga diri, perilaku, dan nama baik Pemkot Bekasi.

Informasi yang ia sampaikan berdasarkan laporan informasi kepada Panitia Diklat Daerah Kota Bekasi tanggal 4 Maret 2021, bahwa penyebarluasan berita (pelecehan seksual) tidak sesuai dengan kejadian yang sebenarnya, “bunyi pernyataan Pemerintah Kota Bekasi. .

Dalam hal ini Dinas Diklat Daerah Bekasi telah memberikan arahan kepada RJ. Hal ini didasarkan pada “Peraturan Walikota Bekasi” tahun 2017 (No. 16), yang terkait dengan “Kode Etik dan Perilaku PNS Pemerintah Kota Bekasi”.

Korban ER (24) sebelumnya telah melaporkan pelecehan seksual ke Polres Metro Bekasi. Laporan korban telah terdaftar di LP / 2784 / K / XII / 2020 / SPKT / Restro Bekasi Kota.

Polisi memeriksa banyak saksi. Sebanyak tujuh saksi diperiksa, yakni suami korban dan enam pekerja jalanan.

Saksi tidak mendengar teriakan (korban), kata AKBP Alfian, Wakil Kapolres Metro Bekasi.

Keterangan saksi berbeda dengan keterangan korban dalam laporan polisi. Korban melaporkan dugaan pelecehan seksual terjadi pada 8 Desember 2020 di sebuah kantor jalan di Bekasi Selatan, Bekasi. Korban sedang mengirim teh manis ke ruang staf bangsal.

Pelaku dan korban melintasi jalan setapak. Kemudian, pelaku mendekati korban, diikuti pelecehan seksual. Di saat yang sama, pelaku memesan teh manis dari korban.

Korban kembali ke barang dagangannya dan memberikan teh manis yang dipesan oleh si pembunuh. Setelah pesanan selesai, korban mengantarkan teh manis ke kamar pelaku.

Saat itu, ada beberapa petugas kantor jalanan di kantor pelaku. Namun begitu melihat korban masuk, petugas langsung meninggalkan ruangan. Di saat yang sama, hanya ada pelaku dan korban di dalam kamar.

Korban pun menaruh teh manis di meja pelaku dan berpamitan meninggalkan kamar. Namun korban tidak bisa keluar karena pintu terkunci. Pelecehan seksual kembali terjadi.