Angel Oak Tree – Berita Terkini Nasional dan Internasional

Angel Oak Tree merupakan situs yang menyajikan beraneka ragam informasi pilihan bagi para penggunanya. Angel Oak Tree menyajikan berita politik, bisnis, ekonomi

Berita Ekonomi

Ternyata Penurunan Cicilan KPR BTN Sudah Diatur Sri Mulyani

Ternyata Penurunan Cicilan KPR BTN Sudah Diatur Sri Mulyani – Beberapa nasabah KPR (nasabah KPR BTN) terkejut karena cicilan KPR mereka berkurang hingga 50%.

Ternyata Penurunan Cicilan KPR BTN Sudah Diatur Sri Mulyani

Sumber : liputan6.com

angeloaktree – PMK resmi berlaku pada 28 September 2020. Sebelumnya, penerima subsidi bunga masih terbatas pada debitur usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), kemudian diperluas menjadi 70 debitur gadai dan debitur kendaraan bermotor.

Pasal 7, ayat 1, menetapkan bahwa subsidi bunga deposito / subsidi rencana PEN diberikan kepada debitur bank yang memenuhi syarat, perusahaan pembiayaan dan penerbit rencana kredit pemerintah.

(2) Debitur Bank dan perusahaan pembiayaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memenuhi ketentuan sebagai berikut: plafon kredit / pembiayaan tidak melebihi Rp10 miliar, dan wajib memiliki baki debet kredit / pembiayaan sebelum tanggal 29 Februari 2020;

Persyaratan lain yang tidak termasuk dalam daftar hitam pagu kredit / pembiayaan maksimum nasional yang melebihi Rp50 juta adalah kategori pinjaman yang berlaku saat ini yang dihitung per 29 Februari 2020 (pemulihan 1 atau 2); dan ada pengenal wajib pajak.

Padahal, dalam rangka mendukung pelaksanaan rencana pemulihan ekonomi nasional, Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 138 / PMK.05 / 2020 tentang tata cara pemberian subsidi bunga atau subsidi bunga margin sudah menjelaskan pengurangan tersebut.

Dalam Pasal 8 ayat 1, jangka waktu paling lama subsidi bunga / subsidi margin adalah 6 (enam) bulan.

Masih di Pasal 8 ayat 5, bagi debitur yang plafon kredit / pembiayaannya melebihi Rp500 juta sd Rp10 miliar maka subsidi bunga / margin subsidi untuk tiga bulan pertama adalah 3%, sedangkan plafon utang / pembiayaan 3% 3% . Untuk 3 bulan ke depan akan efektif setiap tahun atau disesuaikan dengan suku bunga / fixed margin / ekuivalen anuitas.

Sebab, akibat subsidi pemerintah melalui program PEN, nasabah yang mendapat cicilan KPR. Namun subsidi ini hanya berlaku untuk nasabah KPR tipe 70, dan pembayaran cicilan akan kembali normal di masa mendatang.

Baca juga : Dugaan Pelecehan Seksual Oknum Lurah di Pekayon Bekasi

Nasabah Kaget Cicilan KPR BTN Turun, Ada Apa?

Sumber : trenasia.com

Beberapa pembayaran angsuran atau cicilan nasabah KPR BTN mengalami penurunan. Seperti diungkapkan Septian (35 tahun), ia sempat kaget karena rekening cicilan kreditnya berkurang.

Dia menjelaskan kepada Liputan6.com: “Dulu saya membayar 3 juta hingga 1,2 juta rupee dari debit biasa.”

Pelanggan lain mengungkapkan gagasan yang sama. Aziz (40) mengetahui, cicilan KPR di bulan Maret biasanya hanya sebesar 2,7 juta rupiah, yaitu sekitar 1,7 juta rupiah.

PT Bank Tabungan Negara (BTN) membenarkan penurunan nota kredit kepemilikan rumah (KPR) milik nasabah disebabkan penurunan suku bunga dan masa tenggang. Dengan begitu, nasabah BTN tidak perlu khawatir dengan penurunan harga.

Sekretaris Perusahaan BTN Ari Kurniawan mengatakan: “Penurunan tersebut karena kemungkinan penurunan suku bunga dan dampak Covid-19. Debitur tersebut termasuk kemungkinan debitur restrukturisasi, Masa tenggang 6 bulan.”

Lebih lanjut Ali menjelaskan, alasan penurunannya adalah masa tenggang, bukan karena subsidi. Setelah masa tenggang berakhir, bunga akan dikenakan kembali.

“Grace period bukan subsidi. Grace period adalah keterlambatan pembayaran bunga dalam jangka waktu tertentu. Jadi, besarannya tergantung bunga yang bersangkutan (nasabah),” ucapnya.

Sebagai informasi terkait, seperti dilansir KoinWorks.com, grace period merupakan masa tenggang yang memungkinkan peminjam untuk membayar sebagian pokok hutangnya berupa bunga pinjaman atau hanya bunga pinjaman hingga berakhirnya masa tenggang.

Umumnya masa tenggang peminjam adalah 3 sampai 6 bulan. Oleh karena itu, selama masa tenggang, pemberi pinjaman hanya akan menerima pengembalian yang lebih rendah daripada pengembalian di akhir masa tenggang.

Kemudian, setelah masa tenggang berakhir, peminjam akan melunasi pokok dan bunganya setiap bulan hingga jangka waktu pinjaman berakhir. Begitu pula setelah kembali, akan kembali normal seperti sedia kala.

BTN Pangkas Suku Bunga, Tertinggi di KPR

Sumber :rmolsumut.id

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) telah menurunkan suku bunga sebesar 270 basis poin (bps). Hal ini untuk mendorong pergerakan ekonomi sejalan dengan arahan pemerintah dan regulator keuangan.

BTN mengutip laporan suku bunga pinjaman terbaik (SBDK) di situs resminya, dan perseroan menurunkan suku bunga di semua departemen kreditnya. Suku bunga dasar Kredit Pemilikan Rumah (KPR) mencatat penurunan tertinggi sebesar 270 basis poin.

Plt. Presiden BTN Nixon LP Napitupulu berkata penyusutan kaum bunga itu searah dengan instruksi Presiden Joko Widodo dan mencanangkan tahun 2021 sebagai tahun pemulihan ekonomi nasional. Pergerakan suku bunga reverse repo rate 7 hari BI juga terus menurun, dan suku bunga tersebut terus turun ke level 3,5%.

Nixon mengatakan dalam laporannya: “Kami berharap penurunan bunga akan membantu meningkatkan permintaan kredit, terutama di sektor perumahan. Selain itu, sektor perumahan memiliki multiplier effect pada 174 sektor lainnya alhasil diharapkan bisa tingkatkan perekonomian nasional .”

Nixon menambahkan, likuiditas membaik dan penurunan cost of capital (CoF) selanjutnya juga mendukung penurunan suku bunga.

Nixon mengatakan: “Kami berusaha menjaga kinerja positif ini agar kami dapat memberikan suku bunga yang terjangkau kepada nasabah dan debitur kami.”

Penjelasan BTN Soal Pembayaran Cicilan KPR Turun

Sumber : merdeka.com

Beberapa nasabah kredit perumahan Bank Tabungan Negara (BTN) mengalami penurunan dalam bentuk cicilan atau cicilan. Salah satunya adalah Septian (35 tahun), dan ia terkejut saat mengetahui rekening cicilan kreditnya mendebet sedikit.

Dia menjelaskan: “Dulu saya membayar 3 juta hingga 1,2 juta rupee dari debit saya yang biasa.”

Lebih lanjut PT Bank Tabungan Negara (BTN) memastikan penurunan tagihan kredit pemilikan rumah (KPR) nasabah disebabkan dana PEN sudah dikeluarkan dan masa tenggang (grace period), bukan karena penurunan suku bunga.

Sekretaris Perusahaan BTN Ari Kurniawan mengatakan: “Penurunan tersebut karena dana PEN sudah dibayarkan, dan debitur ini bisa termasuk debitur restrukturisasi akibat shock Covid-19, dengan masa tenggang 6 bulan.”

Ali menjelaskan penurunan tersebut hanya bersifat sementara. Ia menjelaskan: “Tidak (di masa mendatang). PEN tidak akan diterbitkan setiap bulan, dan angsuran akan kembali normal lagi di masa mendatang. Setelah masa tenggang berakhir, bunganya akan dikembalikan.”

Sebagai acuan, masa tenggang adalah masa tenggang yang memungkinkan peminjam menggunakan bunga pinjaman atau hanya bunga pinjaman untuk membayar sebagian pokok hutangnya hingga akhir masa tenggang.

Peminjam biasanya menikmati masa tenggang 3-6 bulan. Oleh karena itu, selama masa tenggang, pemberi pinjaman hanya akan menerima pengembalian yang lebih rendah daripada pengembalian di akhir masa tenggang.

Baca juga : Mantap Jokowi Membangun 65 Bendungan Sejak 6 Tahun yang Lalu

BTN: Vaksinasi Jadi Angin Segar Sektor Properti

Sumber : merdeka.com

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk memprediksikan industri real estate akan pulih pada tahun 2021. Hal ini sejalan dengan pelaksanaan vaksinasi pemerintah pusat.

“Kami berharap vaksinasi akan menghirup udara segar ke dalam industri real estate. Tahun ini, kami akan terus beradaptasi dan berubah untuk beradaptasi dengan kebiasaan baru,” kata Plt. Minggu (24/1), Presiden Direktur Bank BTN Nixon LP Napitupulu di Jakarta.

Ia mengatakan, 2021 akan menjadi motivasi perseroan untuk bekerja lebih baik dan membawa kinerja melebihi ekspektasi. Oleh karena itu, Bank BTN akan terus berinovasi untuk meningkatkan kinerja dan mewujudkan mimpinya menjadi bank KPR terbaik di Asia Tenggara pada tahun 2025.

Untuk mencapai tujuan tersebut, Nixon mengaku telah mengoordinasikan langkah dan strategi, meningkatkan dana murah, mempermudah pembelian rumah, dan membentuk solusi keuangan satu atap bagi konsumen dan bisnis terkait perumahan.

“Selain itu, BTN akan menjadi rumah para inovator digital dan talenta terbaik Indonesia, serta akan membangun portofolio produk berkualitas tinggi. Tingkat kredit macetnya sangat rendah. ”

Untuk bisa mengakselerasi dan menyampaikan optimisme perusahaan, Nixon mengakui peran media massa sangat diperlukan. Oleh karena itu, dalam rangka HUT ke-71 berdirinya BTN pada 9 Februari lalu, Nixon mengajak seluruh media professional untuk mengikuti koran berita dan lomba foto dalam rangka merayakan momentum HUT tersebut.

“Media massa adalah mitra kerja BTN. Kami berharap media massa dapat terus maju bahu membahu bersama kita, terutama untuk mengkomunikasikan apa yang telah dan akan dilakukan Bank BTN dalam memulihkan dan meningkatkan perekonomian nasional,” kata Nixon.

Tema khusus yang diajukan dalam kompetisi tersebut adalah “71 tahun pembiayaan perumahan jasa lokomotif perekonomian nasional”.

Walaupun sub tema yang dapat dikedepankan antara lain: Transformasi BTN menjadi bank simpanan di masa digital, pembiayaan perumahan mendorong perbaikan ekonomi nasional , namun sektor perumahan dapat bertahan dari pandemi Covid-19, peluang dan tantangan BTN adalah bank hipotek terbaik di Asia Tenggara pada tahun 2025.

Sedangkan peserta yang dapat mengikuti kompetisi ini antara lain reporter cetak dan online, reporter foto, biasa / non reporter / non karyawan BTN. Lomba menulis berita ini akan memenangkan total hadiah uang sebesar Rp 171 juta.

Kontes berita ini secara sah diawali pada hari Senin, 25 Januari dan selesai pada 18 Februari 2021 . Pemberitahuan juara akan diumumkan pada tanggal 25 Februari 2021.

Nixon mengatakan: “Kompetisi ini sudah kami umumkan di seluruh pelosok tanah air melalui saluran media online nasional dan media sosial BTN. Oleh karena itu, kami mengundang media dan masyarakat untuk berpartisipasi dalam kompetisi tersebut.”