Angel Oak Tree – Informasi Seputar Pohon jenis oak tree

Angel Oak Tree merupakan situs informasi spesies pohon dan semak dalam genus Quercus dan beberapa genus yang berhubungan, terutama Cyclobalanopsis dan Lithocarpus.

Berita Bisnis

Fakta-fakta Petani di Bandung Beromzet Puluhan Juta

Fakta-fakta Petani di Bandung Beromzet Puluhan Juta – Sedikit anak muda Indonesia yang memilih menjadi petani. Industri ini umumnya dianggap kotor atau untung rendah. Hal itu juga dirasakan Dede Kosvala (31), petani asal Desa Kukangenteng, Kecamatan Jibu, Brazil, Kabupaten Bandung.

Fakta-fakta Petani di Bandung Beromzet Puluhan Juta

Sumber : jabar.inews.id

angeloaktree – Dede adalah salah satu dari sedikit anak muda yang ingin menjadi petani. Padahal, dengan tekadnya, ia bisa mendapatkan keuntungan dari usaha pertaniannya dan menjadikannya mata pencaharian utamanya. Padahal, dari industri ini, Dede bisa mendapatkan omzet puluhan juta setiap hari, dan ia bisa mengumpulkan untuk membeli rumah seharga Rp 2,5 miliar.

Dikutip dari detik.com, Inilah Fakta Petani di Bandung Beromzet Puluhan Juta :

1. Bisnis Labu Acar

Sumber : news.detik.com

Dede dikenal sebagai pemilik acar labu di Desa Kukanggeten. Dia adalah ketua dari Asosiasi Kelompok Tani Regge (Gapoktan), yang membawahi 2.100 anggota.

Padahal, Dede adalah lulusan SMA yang mengambil jurusan otomotif. Namun, ia lebih memilih meneruskan usaha orang tuanya, yaitu pergi ke pasar sayur untuk berjualan sayur mayur. Kini, setelah 10 tahun suka dan duka di bidang ini, Dede sudah merasakan hasilnya.

“Kebanyakan anak muda adalah petani kotor. Kalaupun mereka tidak seperti itu, Anda harus melihat mereka memegang kepala. Saya sangat bangga pada awalnya. Kami pergi ke taman, tempat siswa lain biasanya bermain di mal di Bandung. ( Kerja) terlihat nyaman, tapi hatinya masih di bawah jari telunjuk seseorang, ”ujarnya kepada detikcom belum lama ini.

“Awalnya saya kotor, tapi ketika kita rasakan hasilnya, hasilnya jadi pd. Jadi saya bangga bisa lebih banyak hasil dari orang lain. Untuk generasi muda masa depan jangan malu bertani. Hasilnya bukan itu kalau kita bisa berproduksi lebih banyak, harganya akan rendah. ”tambahnya.

Baca juga : Sejarah Perang Terbesar di Dunia

2. Jatuh Bangun Jadi Petani di Usia Muda

Sumber : detik.com

Dia mulai bertani dengan sungguh-sungguh dari 100 tanah Tumbak (setara dengan 1.400 meter) yang diberikan oleh orang tuanya. Agar mampu bercocok tanam, ia memahami distribusi hasil pertanian di pasaran, sehingga ia memperoleh harga beli yang sangat tinggi.

Dengan bantuan dua karyawannya, Dede bekerja keras di lahan untuk mendapatkan hasil panen yang berkualitas. dia juga bertanya dengan banyak orang dari industri pupuk buat memahami komposisi pupuk yang benar dan cara aplikasi untuk setiap produk.

Ia juga secara pribadi mengemudikan truk pickup tersebut untuk dijual ke Tangerang, Chipbiton, Cirebon dan pasar lainnya. Dade telah menjalin hubungan dengan peserta pertanian dan perdagangan dengan berpartisipasi dalam seminar, konferensi, dan bergabung dengan grup Facebook.

Selain riset detail dari bidang pertanian hingga bidang penjualan, Dede juga memperluas ragam produk yang terdiversifikasi. Awalnya dia hanya menanam tomat, lalu menambahkan paprika dan kol. Selama lima tahun terakhir, ia telah menanam dan menjual labu siam atau acar labu di Jawa Barat karena banyaknya permintaan.

3. Omzet Puluhan Juta Per Hari

Sumber : finance.detik.com

Dede mengelola Gapoktan dengan luas sekitar 350 hektar (Ha). Gapoktan dapat memproduksi 40 hingga 65 ton sayur mayur (terutama kubis, tomat dan labu) ke pasar grosir di Bandung, Tangerang, Bogor dan Cirebon setiap hari.

Dia mengatakan dari penjualan, omzetnya bisa mencapai Rp50 juta hingga Rp100 juta dalam satu hari. Jika diakumulasikan, omzet Dede dalam satu bulan bisa mencapai Rp 1,5 miliar, karena labu hampir tidak pernah dikirim saat hari raya.

“Peredaran uang harian Rp 50-100 juta gross. Omzet rata-rata 40 ton, puncak 65 ton, kemarin mencapai 55 ton. Armada yang berangkat punya 3 engkol, 2 dan 2 L300,” ujarnya.

Menurut panggilan akrabnya, Dede Regge, menggeluti bisnis sayuran bukan berarti tidak ada risiko. Dia tidak pernah kehilangan uang sekali atau dua kali karena dia tidak menjual sayuran. Ia bahkan mengatakan bahwa kehilangan sudah menjadi kebiasaan.

“Kalau rugi itu risiko, itu kebiasaan, itu kebiasaan kerja setiap hari. Di sayur-mayur, kalau hasilnya tidak kaya (kerja), misalnya ada PNS setiap bulan (dibayar). 10 boleh 7 itu mungkin tanda minus, “katanya.

4. Punya Rumah Rp 2,5 M

Sumber : finance.detik.com

Dede Koswara meyakinkan kalau petani ialah pilihan karier yang menjanjikan bagi kaum milenial. Pria di usia belasan tahun telah menjelajahi indahnya hidup kaya dari hasil pertaniannya, dan dia memiliki sejarah lebih dari 10 tahun.

Sejak lulus dari Sekolah Teknik Mesin (STM), Dede bertekad memilih gaya hidup seorang petani. Dia membawa 100 tanah Tumbak (setara dengan 1.400 meter) yang diberikan oleh orang tuanya, dan menumbuhkan lemari besi dengan menanam sayuran.

Dede mengaku kesuksesannya sebagai petani membutuhkan proses yang panjang. Agar bisa berkembang, ia mempelajari seluk beluk pertanian untuk memahami distribusinya di pasaran, sehingga memperoleh harga beli yang cukup tinggi.

bapak 2 anak ini menerangkan, walaupun menemukan dorongan dari orang tuanya berbentuk tanah, bukan berarti sukses itu mudah. Dengan bantuan dua karyawannya, Dede bekerja keras di lahan untuk mendapatkan hasil panen yang berkualitas. dia pula bertanya dengan banyak orang dari industri pupuk buat memahami komposisi pupuk yang benar dan cara aplikasi untuk setiap produk.

Ia pun secara pribadi mengemudikan truk pickup tersebut untuk memasarkannya ke Tangerang, Chipitung, Cirebon, dan wilayah lainnya. Dade telah menjalin hubungan dengan peserta pertanian dan perdagangan dengan berpartisipasi dalam seminar, konferensi, dan bergabung dengan grup Facebook.

Hubungan yang terjalin memberikan kesempatan bagi Dede untuk mempromosikan produknya secara luas. Pesanan pertama Dede untuk acar labu berasal dari anggota grup Facebook yang dia ikuti. Ordo tersebut akhirnya menjalin hubungan kerjasama hingga sekarang.

“Makanya kebanyakan orang mengira orang tua bisa (kaya) asalkan punya modal. Kalau kita tidak bisa kelola, kita juga akan sukses. Kita punya 2 karyawan dari 0 sampai nomor satu. Saya sering share dengan perusahaan yang berbagi dengan petani, (lalu) diaplikasikan di kebun sendiri, “kata Dede.

Selain riset mendetail dari bidang pertanian hingga bidang penjualan, Dede juga telah memperluas ragam produk yang terdiversifikasi. Awalnya dia hanya menanam tomat, lalu menambahkan paprika dan kol. Selama lima tahun terakhir, karena permintaan yang kuat, ia telah menanam dan menjual labu siam atau acar labu di Jawa Barat.

dia berkata budidaya labu kuning tidak perlu metode yang sulit , akan tetapi memerlukan kesabaran. Tahap awal adalah menyiapkan paranggong (media penataan bambu yang digunakan untuk perbanyakan labu), kemudian disemai dan dipupuk.

Ia menjelaskan: “Untuk labu harus selalu ada air. Oleh karena itu yang terbaik adalah menanamnya di saluran irigasi agar meskipun kering tetap ada airnya.”

Menanam labu terbukti menguntungkan bagi Dede. Ia juga mendirikan Gapoktan Regge untuk menampung pengepul atau beci dan petani di lingkungan Pasirjambu di Bandung, Jawa Barat.

Dalam sehari, Dede bisa menjual 20-40 ton acar labu kuning ke pasar-pasar di berbagai daerah. Omzetnya sekitar 5 miliar hingga 100 juta rupiah. Sekarang, dia bisa merasakan kerja kerasnya sejauh ini. Sebuah rumah seharga 2,5 miliar rupiah dan sebuah mobil mewah didapat dari seorang petani labu siam.

“Prinsip saya adalah berpikir seperti ini. Satu tetes dari 100 lubang kecil dapat mengisi kolam lebih cepat, bukan lubang besar. Jika terhalang, tidak akan terisi. (Melalui diversifikasi pangan) kami terkena dampaknya. Hambatan, satu bisa “dan banyak lagi. Ada produk lain, mungkin lebih, “kata Dede.

Disaat ini Dede serta Gapoktan Regge lagi menyelidiki budidaya paprika. Mereka sudah mendapat keyakinan dari BRI dan bisa menjalankan program inkubator. Inisiatif “Belt and Road” memfasilitasi budidaya cabai Gapoktan Regge.

Baca juga : 8 Peluang Usaha yang Belum Banyak Pesaing

5. Cuan dari Bertani, Beli Toyota Alphard

Sumber : finance.detik.com

Selain sukses membangun rumah mewah, Dede juga membawa mobil keluarga Toyota Alphard. Dade memilih mobil tahun 2003 karena nyaman untuk bepergian bersama keluarganya.

“Saya pakai (Honda) Brio, lalu ada teman yang mau jual (Toyota Alphard 2003). Saya bilang, kalau mau tukar (tambah) dengan Brio bisa. Ternyata yang kasih, kalaupun mau sedikit boros. Pakai saja, “kata Dede sambil tersenyum.

Dede mengaku telah meraih kesuksesan, tidak hanya ingin membahagiakan dirinya sendiri, tapi juga ingin mewariskan kebahagiaan kepada orang-orang di sekitarnya. Setiap tahun, ia mengundang anggota Gapoktan Regge dari tabungannya untuk hiburan.