Angel Oak Tree – Informasi Seputar Pohon jenis oak tree

Angel Oak Tree merupakan situs informasi spesies pohon dan semak dalam genus Quercus dan beberapa genus yang berhubungan, terutama Cyclobalanopsis dan Lithocarpus.

Berita Politik Dalam Negeri

Kunjungan Kerja Jokowi ke NTT Menimbulkan Kerumunan

Kunjungan Kerja Jokowi ke NTT Menimbulkan Kerumunan – pemimpin negara Joko Widodo hari ini pergi buat melaksanakan kunjungan kegiatan ke Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kali ini, pemimpin negara Joko Widodo hendak meninjau areal lumbung padi di Dusun Makata Kaili, Kabupaten Samba Tengah, Kecamatan Katikutana dalam kunjungan kerjanya.

Kunjungan Kerja Jokowi ke NTT Menimbulkan Kerumunan

Sumber : wartakota.tribunnews.com

angeloaktree – Ini merupakan inspeksi pemerintah di Nusa Tenggara Timur. Rencana jangka panjang provinsi. Kepala Negara beserta rombongan naik Pesawat Kepresidenan Nomor 1 dan lepas landas melalui Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma di Jakarta sekitar pukul 06.00 WIB.

Kunjungan Kerja Jokowi ke NTT Menimbulkan Kerumunan dikutip dari kompas.tv Setelah sampai di Bandara Tambolaka di barat daya Kabupaten Sumba, Jokowi akan langsung pindah ke food area atau gudang makanan di Desa Makata Keri, Kecamatan Katiku Tana, Kabupaten Sumba bagian tengah. Jokowi akan mengusut luas areal lumbung padi di lokasi tersebut yang merupakan rencana jangka panjang pemerintah di Nusa Tenggara Timur.

Presiden Joko Widodo Mengunjungi Food Estate di NTT

Sumber : idntimes.com

Dalam kunjungannya, Presiden Joko Widodo mengungkapkan karena tingginya angka kemiskinan di kawasan tersebut, Samba Tengah dipilih sebagai lokasi pembangunan lumbung padi. “Kenapa pekerjaan ini harus dilakukan di NTT, apalagi di Kabupaten Sumba Tengah? Karena kita harus bilang apa Bupati Pak Gubernur.

Data yang saya punya 34% masyarakat miskin di sini, dan Tengah Panen di Provinsi Sumba hanya untuk Jokowi yang berkata secara lokal: “Beras setahun sekali. “Jokowi berharap dengan dibangunnya lumbung, pengelolaan pangan Sentba Sumba lebih optimal.

Tujuannya bisa memanen padi dua kali setahun dan jagung atau kedelai setahun sekali. Menurut Jokowi, pemerintah sudah menyiapkan lahan 5.000 hektare untuk lumbung padi. Sebanyak 3.000 hektar lahan akan ditanami padi dan 2.000 hektar jagung.

Nantinya, luas lahan akan diperluas menjadi 10.000 hektare, yang akan digunakan untuk menanam 5.600 hektare dan 4.400 hektare jagung. Presiden Joko Widodo mengungkapkan, meski lahan sudah siap, masih ada kendala sumber daya air.

Untuk mengatasi masalah tersebut maka dilakukan pembangunan lubang bor hingga reservoir. “Tadi kita lihat dibangun 2015-2018 dan dibor ke sumur-sumur sawah. Di sini juga ada waduk. Beberapa waduk besar juga sudah dibangun, tapi masih jauh dari cukup, masih kurang,” dia berkata.

Presiden Joko Widodo mengatakan: “Sebelumnya Bupati minta lebih, Gubernur juga minta dibangun bendungan di dalam dan sekitar Kabupaten Sumba Tengah.”

Jokowi mengatakan dia menginstruksikan menteri profesi biasa serta perumahan masyarakat (PUPR) untuk menyelidiki kemungkinan pembangunan waduk atau bendungan di daerah tersebut. Ia berharap lumbung Sumba Tengah dapat membantu membangun ketahanan pangan nasional dan menjadi model bagi daerah lain.

“Saya yakin food estate di kalimantan tengah, food estate di sumatera utara, serta food estate di NTT akan mampu memberikan ketahanan pangan yang baik untuk negara kita, dan nanti akan kita tiru untuk provinsi juga. provinsi sudah siap, ”katanya kepada Jokowi. Usai mengecek lokasi gudang, presiden langsung menuju Kabupaten Sikka dengan pesawat melalui Bandara Tambolaka dan tiba di Frans Seda, Bandara Kabupaten Sikka.

Baca juga : Fakta Pendaftaran CPNS 2021 Dibuka April

Kunjungan Ke NTT menimbulkan kerumunan

Sumber : buzzfeed.co.id

Kunjungan Presiden Joko Widodo atau Jokowi ke Nusa Tenggar Timur (NTT) pada Selasa (24/2/2021) menjadi perbincangan publik. Pasalnya, kehadiran Jokowi di Maumere, NTT disambut baik oleh banyak warga sekitar.

Sayangnya, sambutan warga membuat keramaian. Banyak warga yang menunggu kedatangan Presiden Jokowi tidak berolahraga dari jarak jauh dan memakai masker. Hal ini terlihat dari sikap Jokowi yang seakan menunjuk ke masker yang dikenakannya, mengingatkan warga akan disiplin tata tertib kesehatan.

Aktivitas Jokowi yang diadopsi banyak orang terekam dalam video. Video tersebut menjadi viral setelah diunggah ke media sosial. Menanggapi keramaian yang muncul saat Jokowi tiba di NTT, ahli epidemiologi Griffith University Dicky Budiman angkat bicara. Ia mengkritik hadirin yang menyambut kedatangan Presiden Joko Widodo atau Jokowi ke Nusa Tenggar Timur (NTT).

Menurutnya, Presiden Jokowi harus mengingatkan anak buahnya untuk mengantisipasi hal tersebut tidak terjadi. “Kondisi kami tidak aman dari Covid-19, Presiden harus mengingatkan bawahannya,” kata Dicky, Selasa (23/2/2021). Saat ini, kata Dicky, Indonesia membutuhkan sosok-sosok yang bisa menjadi panutan dalam penerapan protokol kesehatan agar bisa menjadi contoh bagi masyarakat.

Perlu diingatkan kepada publik bahwa situasi di Indonesia tidak dikendalikan oleh Covid-19. Pasalnya, angka positifnya masih jauh dari 5 persen. “Covid-19 masih lama, bisa jadi dua tahun lagi. Semakin banyak korban yang berjatuhan jika tidak disiplin dan mendukung massa, ”kata Dicky. Tak hanya mengancam massa, Dicky mengatakan situasi di NTT juga bisa mengancam Presiden Jok meski sudah disuntik vaksin Covid-19.

“Risikonya, meski sudah divaksinasi Presiden Jokowi tetap ada risiko tertular,” kata Dicky. Apalagi, kata Dicky, jika ada upaya bantuan sebaiknya tidak dilakukan di tengah keramaian. Sebaliknya, ini dilakukan melalui lembaga atau perwakilan masyarakat.

Ke depan, Dicky mengingatkan Presiden Jok bahwa kunjungan ke daerah-daerah bisa diharapkan agar tidak menimbulkan keramaian. “Diharapkan tidak ada lagi orang banyak. Kesadaran warga masih rendah. Tugas tim kepresidenan adalah berkoordinasi dengan masyarakat di daerah, dan kalau ada kunjungan menjaga protokol kesehatan, ”kata Dicky.

Meresmikan Bendungan Napun Gete

Sumber : id.berita.yahoo.com

Bendungan Napun Gete akan menjadi incaran Jokowi di Kabupaten Sikka, di mana Kepala Negara akan meresmikan dan memeriksa bendungan yang dibangun sejak 2016 itu. pemimpin negara Joko Widowo meresmikan tanggul Napun Gete di Dess Ilin Medo, Kabupaten Sikka, Kecamatan Waiblama,  NTT pada Selasa (23/2/2021).

Gerbang Nabun dibangun pada Desember 2016 dan proses konstruksinya dipimpin oleh PT Nindya Karya (Persero). Bendung tersebut memiliki kapasitas 11,22 juta meter kubik, luas cekungan 99,78 ha dan debit air 214 liter per detik. Gerbang Nabun dibangun dengan anggaran Rp 880 miliar dan merupakan salah satu dari tujuh bendungan yang dibangun di bawah pemerintahan Presiden Jokowi untuk NTT.

Jokowi mengatakan, kunci kemakmuran NTT adalah irigasi, yang mampu mengairi sawah dan ternak setempat melalui bendungan yang ada. “Saya tidak bisa menghitung lagi berapa kali saya datang ke NTT. Setiap kali saya datang ke NTT, saya pertama kali ditanya tentang firewall. ” “Permintaannya benar.

Jangan minta apa-apa lagi, karena air adalah kunci kemakmuran NTT. Kalau ada air, semuanya bisa ditanam, tanaman tumbuh, buah dipanen, daunnya bisa dimanfaatkan untuk ternak, karena di NTT juga sangat bagus untuk sektor peternakan. “Dia berkata dalam kata pengantar.

Dari tujuh bendungan yang dibangun di NTT, tiga sudah selesai dibangun. Selain bendungan Napun gete, Kupang juga memiliki Bendungan Raknomo yang selesai tahun 2018 lalu. Seperti bendungan Rotiklot di Belu yang selesai tahun 2019. “Hanya ada empat dalam proses.

Tapi pagi ini gubernur menyuruh saya meminta dua tambahan. Sisanya adalah dua atau paling banyak satu. Tapi di sini bendungan sangat dibutuhkan – tambah Presiden.

Bendungan Napun Gete yang kali ini diresmikan oleh presiden merupakan salah satu program prioritas pemerintah dan proyek strategis nasional berdasarkan Perpres Nomor 109/2020. Bendungan ini menyediakan irigasi sekitar 300 hektar sawah di sekitarnya.

Selain itu, Bendungan Napun Gete mampu menyuplai 214 liter per detik air baku untuk dua pertiga penduduk Kabupaten Sikka atau sekitar 200.000 jiwa, dan berpotensi menghasilkan listrik 0,1 megawatt.

Jokowi sangat berharap bendungan yang dibangun di Provinsi NTT ini benar-benar dapat meningkatkan produktivitas sektor pertanian dan peternakan NTT sehingga NTT bisa melepaskan status provinsi yang masih tertinggal.

“Kalau nanti bendungan itu rampung satu persatu, Insya Allah gubernur dan wakil gubernur yang baik, bupati dan wakil bupati yang baik akan memimpin rakyat, menggiring semua orang menuju produktivitas.” “Saya yakin NTT dalam waktu dekat akan makmur dan tidak menjadi provinsi dalam kategori kita jika negara kita terus dalam kondisi yang buruk,” katanya.

Usai rangkaian acara, Presiden Jokowi dan rombongan terbatas akan segera kembali ke Jakarta. Kunjungan Jokowi ke Provinsi Nusa Tenggara Timur juga dihadiri oleh Menteri Profesi Biasa serta Perumahan masyarakat Basuki Hadimuljono, Sekretaris Militer Presiden Marsdy TNI M Tonny Harjono, Sekretaris Kabinet Pramono Anung,  Divisi Jenderal Paspampres TNI Agus Subiyanto dan Wakil Sekretariat, Pers dan Sekretariat. Media Presiden Bey Machmudin.

Baca juga : Kunjungan Kerja Joko Widodo Ke Tapanuli Utara

Pidato Bapak Presiden Joko Widodo

Sumber : kerjha.com

Presiden Joko Widodo meresmikan bendungan Napun Gete di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (23-2-2021). Hadir dalam acara pembukaan tersebut Menteri Profesi Biasa serta Perumahan masyarakat Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Laiskodat, (PUPR) Basuki Hadimuljono,  dan Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo.

Presiden Jokowi beberapa kali melakukan kunjungan kerja ke Nusa Tenggara Timur (NTT). Ia mengaku kerap mendapat permintaan yang sama dari kepala voivodeships yang menemaninya di setiap kunjungan. “Setiap saya datang ke NTT, saya selalu minta bendungan dulu, saya mau waduk.

Dan permintaan ini benar. Jangan minta apa-apa lagi, karena kunci kesejahteraan di NTT adalah air, ”kata Kabupaten Sikka, NTT kepada Jokowi dalam sambutan pembukaan di Bendungan Napun Gete, NTT, Selasa (23/02).

“Kalau ada air, apa saja bisa ditanam. Tanaman tumbuh, buahnya dipanen, daunnya bisa dimanfaatkan untuk ternak karena di NTT sangat bagus untuk sektor peternakan, ”lanjutnya.

Termasuk dalam kunjungannya ke Kabupaten Sumba Tengah hari ini. Selama pemeriksaan kawasan pangan di situ, beliau menemukan permohonan buat menaikkan pembangunan bendungan, tanggul , dan sumur untuk menambah irigasi lahan pertanian dan peternakan.

“Tadi pagi juga di Kabupaten Sumba Tengah Pak Gubernur minta bendungan, saya cek lagi ke Bupati untuk melihat apakah ada hal lain yang diminta. Anda tidak ingin menuangkan Benar, atau Anda ingin mengebor sumur juga? Ada penambahan di sana Pak waduk banyak, sumur bor banyak, dua bendungan, ”ujarnya.

“Ini permintaan yang benar, permintaan yang betul, jangan minta yang lain, itu benar,” tambah Jokowi. Jokowi juga mendapat laporan dari Gubernur NTT Viktor Laiskodat tentang potensi penangkaran dan budidaya NTT. Padahal, dulu, Nusa Tenggara Timur, khususnya Kabupaten Sumba Tengah, dulu pernah mengekspor sapi ke Hongkong, tapi terhenti karena kekurangan pasokan air.

Oleh karena itu, penguasa mendesak pembangunan tanggul di NTT sebab menyesuaikan keperluan air untuk meningkatkan perekonomian provinsi. Saat ini terdapat 4 tanggul lagi yang sedang dalam proses pembangunan oleh penguasa pusat .

“Hanya ada empat [bendungan] dalam proses ini. Tapi pagi ini gubernur menyuruh saya meminta dua lagi. Padahal, paling banyak ada dua atau satu provinsi lain. Tapi ya itu memang dibutuhkan, ”pungkas Jokowi.

Jokowi berharap pembangunan bendungan ini nantinya bisa meningkatkan kesejahteraan di wilayah NTT. “Saya yakin Insya Allah dengan gubernur dan wakil gubernur yang baik, bupati dan bupati yang baik memimpin rakyatnya, saya yakin NTT akan segera makmur dan tidak menjadi provinsi dalam kategori kita jika negara kita masih dalam kondisi yang memprihatinkan” – lanjut Jokowi.